MAS Mathla'ul Anwar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mathla’ul Anwar adalah salah satu Fakultas pada Lembaga Pendidikan Tinggi Universitas Mathla’ul Anwar. Memiliki 3 (tiga) Program Studi, yaitu: Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Indonesia.
Visi, Misi, dan Tujuan FKIP Universitas Mathla’ul Anwar
Visi :
”Menjadi lembaga pendidik tenaga kependidikan yang unggul dalam pengembangan sumberdaya manusia dan pengembangan masyarakat, untuk pengembangan kualitas manusia”.
Misi:
- Menciptakan semangat berprestasi, kreatif dan inovatif kepada seluruh warga kampus dalam melaksanakan tugasnya masing-masing;
- Melaksanakan perkuliahan dan bimbingan secara efektif dan efisien;
- Meningkatkan standar pelayanan minimum yang berbasis sistem teknologi informasi;
- Mempersiapkan warga kampus yang memiliki keterampilan hidup (life skill);
- Menumbuhkan budaya tertib dan disiplin demi terwujudnya lingkungan kondusif untuk pembelajaran;
- Mengoptimalkan nilai-nilai akhlakul karimah.
Tujuan:
- Meningkatkan budaya prestasi, kreatif, dan inovatif lepada seluruh warga Kampus sebagai bekal untuk melaksanakan tugas masing-masing;
- Menciptakan mahasiswa yang competen dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempunyai keterampilan hidup (life skill);
- Menciptakan sistem pelayanan internal/eksternal yang berbasis sistem teknologi informasi (sistem informasi management based);
- Menggali, membina dan mengembangkan potensi dan bakat seluruh warga kampus;
- Menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif bagi terselenggaranya proses perkuliahan;
- Menciptakan budaya yang Islami.
Struktur Organisasi:
A. Dekanat
Dekan : Dra. Hj. Fitri Hilmiyati, M,Ed.
Pembantu Dekan I : Dr. Ukun Kurnia, M.Pd.
Pembantu Dekan II : Dadang Hidayat, S.Pd.
Pembantu Dekan III : Aceng Aman, M.Pd.
B. Tata Usaha
Kabag AUAK : Mulyadi, S.Ag.
Kasubag Akademik : Ifat Hanifah, S.H.
Staf Administrasi :
- Yeti Ursel, S.Pd.
- Sri Nuryanti, A.Ma.
- Wawat Helawati, A.Md.
- Yati Nurhayati, S.Pd.
Kasubag UAK : Sar’ah Jumsanah, S.E.
Staf Keuangan :
- Neneng Junaenah, S.E.
- Neneng Rita Turismiatun, A.Md.Ak.
C. Program Studi
- Kaprodi Diksatrasiada: Drs. Herman Sofyan, M.Pd.
- Kaprodi Pendidikan Matematika: M. Soleh, S.Pd.
- KAprodi Pendidikan Bahasa Inggris: Dudi Rudia Ningrum, S.Pd.

Pembukaan muktamar yang digelar sekitar pukul 09.00 WIB ini juga dihadiri Menteri Agama, Maftuh Basuni, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia. Sekitar 2.000 mutakmirin tampak pula memeriahkan pembukaan muktamar tersebut.
Ketua Umum PB MA demisioner, KH HM Irsjad Djuwaeli, dalam sambutannya mengungkapkan, kehadiran MA yang lahir sejak 1916 telah memberi alternatif baru dalam penyelenggaraan pendidikan dengan sistem klasik. Melalui muktamar ke-17, kata Irsjad, MA telah bertekad untuk melakukan revitalisasi sistem pendidikan tersebut.
''MA akan melakukan revitalisasi melalui tiga amal, yakni konsolidasi organisasi, pendidikan dan dakwah,'' paparnya. Menurut Irsjad, revitalisasi konsolidasi organisasi perlu dilakukan agar seluruh warga MA bisa meningkatkan rasa memiliki, mau memelihara dan mengembangkan organisasi.
Diakuinya, saat ini sangat banyak tantangan yang dihadapi MA akibat perubahan lingkungan lokal, regional maupun global. Perubahan itu, dikhawatirkan dapat menyebabkan erosi pada komitmen akidah. ''Untuk itu, revitalisasi pendidikan dan dakwah mendesak untuk dilakukan,'' tandas Irsjad.
Pihaknya juga mengaku sangat prihatin dengan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang belum mampu menangkap perubahan dan gagasan pembaharuan yang berkembang di masyarakat. Sehingga, kata Irsjad, ada kecendrungan lembaga-lembaga pendidikan Islam tertinggal oleh dinamika masyarakatnya sendiri.
''Agaknya, kita perlu melakukan penyegaran, pembaharuan atau reformasi terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam,'' tandasnya. Saat ini, tutur Irsjad, dibutuhkan model pendidikan Islam yang tangguh, berkualitas dan berkemampuan tinggi sehingga mampu memenuhi dan menjawab kebutuhan dan tantangan.
Tiga Calon KetuaDalam muktamr kali ini telah muncul tiga nama kandidat ketua umum PB MA periode 2005-2009. Ketiga kandidat itu muncul dari hasi penilaian forum revitalisasi MA. Figur yang dijagokan untuk memimpin MA itu adalah Prof Dr H Herman Haeruman, KH Abdul Salam Panji Gumilang, dan KH Abdul Wahid Sahari.
Tiga kandidat tersebut telah menyatakan komitmen dan kesediaannya untuk memimpin MA. Dalam muktamar yang berlangsung dari 16-18 Juli 2005 itu, sekitar 742 peserta dari 24 provinsi akan memilih diantara ketiga calon itu. Menurut Humas Muktamar MA, Dadang Sodikin, tidak menutup kemungkinan akan muncul lagi kandidat lainnya.
Herman Haeruman saat ini menjabat sebagai rektor Universitas Mathla'ul Anwar Pandeglang, Banten. Herman tercatat sebagai pemegang gelar doktor dari Duke University Amerika Serikat. Kandidat lainnya, Abdul Salam kini menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Az-Zaytun Indramayu, Jawa Barat. Sedangkan, Abdul Wahid saat ini menjabat sebagai ketua Majelis Fatwa Mathla'ul Anwar. Ketiga nama tersebut muncul setelah melalui tahap penyaringan dan skoring dari belasan nama.(hri )
Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar tidak dapat dilepaskan dari situasi sosial masyarakat sekitar. Kondisi masyarakat sekitar cukup beragam. Ragam suku hidup bersama, baik Melayu, China, madura, Jawa, maupun Bugis. Suku – suku ini mayoritas adalag penganut Islam yang taat, kecuali etnis China. Masyarakat Islam ini sangat mendambakan sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang bersifat terpadu dan terbimbing sepenuhnya. Tuntunan masyarakat ini menggugah naluri A. Djuhaedi dan Yakob Abdullah untuk segera dapat mewujudkan impian masyarakat setempat. A. Djuhaedi adalah seorang Guru bersetatus PNS yang mengajar di sebuah madrasah Ibtidaiyah di bawamai. Beliau berasal dari Banten, karena memang Ia seorang tenaga Da’I di daerah Transmigrasi Satai Kabupaten Sambas. Sebagaimana diketahui bahwa Banten merupakan pusat pergerakan Organisasi Islam Mathla’ul Anwar. A. Djuhaedi menggandeng tangan Yakob Abdullah, seorang Purnawirawan TNI sekaligus Tokoh Masyarakat setempat yang bersedia mewakafkan sebagian tanah miliknya untuk kepentingan Pondok Pesantren.
Atas kerja keras dua Tokoh Masyarakat ini, pada 17 Juli 1996 secara resmi Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar berdiri. Namun secara operasional kegiatan pembelajaran dimulai pada tanggal 17 Juli 1997. pada saat berdiri, Program Pendidikan yang diselenggarakan adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kepala Madrasah pada saat itu adalah Mokhtar A. Rais. Dengan santri yang baru berjumlah 13 orang, Pondok Pesantren baru memiliki Guru / Ustadz berjumlah 7 orang. Pada saat inipun prasarana yang dimiliki masih sangat minim, bahkan untuk kegiatan Pembelajaran masih dilakukan di aula.
Dalam perkembangan berikutnya, pada tahun 2000, Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar berhasil membuka jenjang Pendidikan Madrasah Aliyah (MA). Kepala Madrasah pada saat itu adalah Bapak Sami’an, S.Ag, dengan jumlah santri baru mencapai 21 orang. Namun, dalam dua tahun berikutnya, tepatnya tahun 2002 telah terjadi perkembangan yang sangat cepat, karena pada tahun ini telah tertampung 165 orang santri yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten dan kota se – Kalimantan Barat. Bahkan, terdapat juga santri yang berasal dari Kep. Riau natuna dan Kuching Malaysia.
Mathla'ul Anwar adalah nama sebuah Organisasi Islam Indonesia, olehkarena itu kepemimpinan dan organisasi didalamnya diatur berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati. Sejak berdiri hingga saat ini, Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar mengalami 3 kali pergantian pemimpin, yakni Ustadz Drs. H. Arief Hasbillah (1997 – 1999), Ustadz A. Djuhaedi Abdullah, S.Ag (1999 – 2002), dan Drs. Rabuin Ahta (2002 – 2004), Drs. H. Arief Hasbillah (2004 – 2008) dan K.H. Ahmad Maghfuri (2008 - sekarang).

